New Wallenius Wilhelmsen ship named

first_imgBuilt at the Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering yard in Korea for owner Wilh. Wilhelmsen, Tijuca is able to carry up to 8,000 cars or a combination of 3,486 cars and 466 trucks/buses. It has reinforced and moveable vehicle decks, as well as an extra wide and strong 320-ton capacity stern ramp.The new ship will replace an older and smaller vessel in the WWL Australia service, which provides six sailings per month from Europe, including four direct from North America.Yijuca offers increased capacity for high and heavy rolling cargoes such as agricultural, mining and construction machinery, as well as non-containerised and static cargoes such as power generation and mining equipment.last_img

Read More »

Quectel Introduces Industry’s First AT&T Certified LPWA Module

first_imgQuectel Wireless Solutions, a supplier of IoT modules has announced that AT&T has certified their new-generation LPWA module, the BG95-M3 for operation on it’s LTE-M and NB-IoT networks. Being the industry’s first cellular module based on the Qualcomm 9205 LTE modem that has earned AT&T’s approval, the BG95-M3 will enable OEMs to immediately deploy a diverse range of IoT devices across North America. This will enable a wide variety of applications such as asset trackers, smart meters, smart city sensors as well as wearable trackers.Targeting global markets, the BG95-M3 module is a highly-integrated variant supporting Cat M1, Cat NB2, EGPRS and integrated GNSS. Compared to its predecessor, the module complies with 3GPP Release 14 and delivers enhanced capabilities in power consumption, data rates, VoLTE, GNSS as well as hardware-based security.With its ultra-low power consumption and many enhanced features, the BG95-M3 module will further enrich the IoT verticals that require low-power, wide-area connectivity with cost efficiency. Besides the BG95-M3, Quectel’s BG95 family offers multiple variants for different regions and applications, which include the BG95-M1/M2/N1/M4/M5/MF. These modules follow the same certification path, have the same footprint and can replace each other without the need to change application designs.The BG95-M3 module has also obtained worldwide regulatory and conformance certificates including FCC, IC, CE(RED), RCM, GCF and PTCRB, and will commence mass production in January 2020.last_img read more

Read More »

PVL to start with Open Conference this 2020

first_img“Naka-quarantinetayo, and ang mga teams walangtraining kasi nga bawal. Even afterthis quarantine, I think hindi rinenough ang time to train kasi teams will need at least a month ortwo para makapag-training,” he added. “We cannot say kung kailan kami makakapag-meeting dahil nga dito sa coronavirus. Lahatnga ng sports natigil din. Nakakahinayang nga rin yung UAAP.Hopefully, maging maayos na lahat bythe end of April,” Palou further said./PN PVL was expected to start on May 30.However, the government extended the enhanced community quarantine imposed inLuzon until April 30 and could make it still last longer. “Initially, May 30 sana ang openingwith the Reinforced Conference. But with our current situation with thecoronavirus, I don’t think we can proceed with that,” he said. “I’m going topropose to the team owners that we will start with the Open Conferenceinstead.” Premier Volleyball League (PVL) will start the 2020 season with its Open Conference rather than the usual Reinforced Conference. The league was scheduled to begin on May 30, but the coronavirus disease 2019 outbreak in the country halted the plan. ABS-CBN SPORTS MANILA – The Premier Volleyball League(PVL) will kick-start its fourth season with the Open Conference instead of theusual Reinforced Conference, PVL president Ricky Palou said.According to Palou, adjustments have been by the league since teams will havedifficulties flying in foreign reinforcements due to the current situation ofthe coronavirus disease 2019 in the country.“In the current situation kasi, baka ‘yung mga foreign players mag-hesitate pumunta dito and bakamahirapan na ang mga teams namakakuha ng imports,” Palou said in a statement, adding that the tournamentschedule must be adjusted.last_img read more

Read More »

Teknologi Ultra Broadband Sambangi Halte Bus di Selandia Baru

first_imgUntungnya biaya pemeliharan halte bus tak melulu ditanggung Pemerintah Kota, space pada halte dapat menjadi pemasukan pendapatan lewat iklan. Bahkan tak sekedar menyewakan space untuk iklan, sejak 15 tahun lalu, beberapa kota seperti Chicago dan lainya mulai mengalihkan pembangunan dan kepemilikan halte pada perusahaan periklanan.Kini tren mulai berubah, masih dalam konteks bisnis, konsep smart shelter dimunculkan, yakni halte dilengkapi dukungan koneksi ultra broadband guna meningkatkan pengalaman pengguna jasa dan tentunya membuka peluang bisnis baru, baik di segmen advertising dan retail. Percobaan halte dengan koneksi ultra broadband baru-baru ini dilakukan di Auckland, Selandia baru oleh otoritas transportasi dan konsorsium ng Connect yang terdiri dari perusahaan-perusahaan ternama seperti Chorus, Downer, Nokia dan Solta.Halte percobaan ini terdiri dari desain fisik baru, koneksinya mengandalkan Chorus broadband yang mengusung oleh teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON) dari Nokia, layanan router Nokia, layar sentuh interaktif dan teknologi lainnya yang dikembangkan oleh Solta. Guna mendukung penerimaan smart shelter oleh warga, dilakukan survei yang dilakukan oleh Univerisity Auckland Techology (AUT) untuk menilai penerimaan dan pengalaman pengguna yang terkait dengan tempat penampungan baru yang lebih dari ini.Dari hasil survei ternyata hanya dalam waktu singkat jumlah pengguna yang berinteraksi di halte begitu mengejutkan dengan mencoba berbagai jenis konten yang tersedia. Ini dilakukan tanpa instruksi atau pelatihan sebelumnya.Baca juga: Barcelona Terapkan Internet of Things di Transportasi PublikHal tersebut menunjukkan bahwa pengguna menganggap display interaktif berguna dan lebih banyak fitur yang dapat digunakan untuk mendukung model bisnis seperti ini. Tak hanya itu, kemampuan WiFi juga memiliki respon positif yang pesat dengan hampir 85 persen pengguna mengatakan ingin adanya koneksi WiFi di halte. Selain itu juga di pasang CCTV yang membuat penggunan nyaman dan aman serta 44 persen pengguna mengatakan mereka ingin dapat mentransfer informasi dari tampilan interaktif ke perangkat mobile untuk mempertimbangkan fitur dan model bisnis masa depan.Secara bisnis, pemilik halte bus dapat menyewakan ruang pemasangan pra sertifikasi untuk sel kecil dan lalu lintas nirkabel offload menggunakan koneksi ultra-broadband. Pada saat yang sama, iklan dapat beralih dari iklan statis yang jarang berubah ke iklan dinamis yang berubah berdasarkan informasi kontekstual. Tanda-tanda interaktif dapat mengadopsi kemampuan seperti kios yang memungkinkan dinamika fitur untuk menghasilkan pendapatan. Sensor dapat dipasang dengan cara yang sama seperti sel kecil untuk memungkinkan koleksi, analisis, dan monetisasi data dengan memungkinkan akses ke pihak ketiga yang membayar.Di Selandia Baru, ekosistem yang terlibat dalam percobaan ini mulai tertarik untuk mengeksplorasi kemampuan tambahan dan menguji model bisnis terkait untuk solusi tempat peristirahatan yang terhubung. Di masa depan, konsep ini akan diperluas lagi dalam kerangka multi modal untuk memasukkan bus, kereta api, kapal feri, dan moda transportasi lainnya.Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Like this:Like Loading… RelatedPunya Kualitas Rendah Karbon, Halte di Inggris Raih Predikat Ramah Lingkungan10/10/2017In “Bus dalam kota”10 Halte Bus Ini Jelas Tidak Biasa10/04/2017In “Bus dalam kota”Mengapa di Setiap Negara Membutuhkan Halte Bus?19/10/2018In “Bus dalam kota” Foto: cmu.edu Dalam mendukung konsep smart city, beberapa kota di negara maju telah mengadaptasi halte bus menjadi ‘tempat cerdas’ dalam model smart shelter. Disebut cerdas pasalnya halte bus ini tak biasa, di tempat orang menunggu bus ini sudah dilengkapi berbagai teknologi yang bisa membuat orang tidak bosan dan mengalami kejenuhan.Baca juga: Internet of Things Tunjang Transportasi Berbasis BusKabarPenumpang.com melansir dari smartcitiesworld.net, di Amerika Serikat diperlukan dana yang cukup besar untuk membangun halte bus, berkisar US$2000 sampai US$15.000 dengan biaya perawatan dari US$500 sampai US$30.000 per tahunnya. Biaya ini pun biasanya tergantung ukuran, lokasi, tingkat vandalisme dan kualitas lingkungan tempat tinggal.last_img read more

Read More »

Kyowa to make fourth title defense

first_imgJapan-based Thai boxer Eagle Kyowa will make his fourth WBC minimum weight title defense when he takes on ninth-ranked Japanese contender Akira Yaegashi on June 4, their boxing gyms said Monday.Yaegashi has a chance to claim a world title at the fastest pace set by a Japanese boxer, if the former OPBF minimum weight champion beats Kyowa at Pacifico Yokohama in the seventh match of his career. IN FIVE EASY PIECES WITH TAKE 5 Former WBC bantamweight champion Joichiro Tatsuyoshi and WBA super flyweight champion Nobuo Nashiro needed eight bouts to capture their titles. center_img GET THE BEST OF THE JAPAN TIMESlast_img

Read More »